Sindrom anak sulung 01/04/2009
Posted by Yasrid in Psikologi.Tags: anak, kepribadian, sulung
trackback
Sempat bingung juga mencari judul yang tepat untuk tulisan ini. Nampak aneh dengan penggunaan kata ’sindrom’, mungkin lebih tepatnya (yang saya maksudkan di sini) adalah kecenderungan kepribadian anak sulung :)
Saya sempat berinteraksi cukup lama dengan anak-anak yang menjadi anak sulung. Ada beberapa hal menarik dari pengalaman tersebut dan saya akan membaginya pada tulisan ini.
Setelah cukup lama melakukan pengamatan, ternyata ada corak khas dari anak-anak sulung. Secara psikologis, memang urutan kelahiran cukup mempengaruhi kepribadian anak. Secara garis besarnya adalah sebagai berikut.
Pertama, anak sulung cenderung ambisius dan bertanggung jawab. Anak yang dilahirkan sebagai anak sulung cenderung mendapat kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, apalagi bila jarak kelahiran dengan adiknya relatif cukup lama (lebih dari 2 tahunan). Anak sulung mendapatkan prioritas lebih dalam banyak hal, karena hal inilah ia akan cenderung lebih ambisius untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Selain itu, ia juga cenderung bertanggung jawab untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan kepadanya namun di sisi lain ia sangat keras kepala. Anak sulung terbiasa dijadikan patokan standar ‘model’ yang penting bagi adik-adiknya, hal inilah yang mendorong mereka untuk selalu berprestasi (*nampak sangat ambisius).
Kedua, cenderung bersikap ‘boss’ banyak mengatur. Pola perilaku seperti ini merupakan hasil pembelajaran sejak mereka kecil. Anak sulung diharuskan mampu menjadi teladan bagi adiknya, sehingga kerap banyak mengatur orang lain (namun kadang dirinya susah diatur :D).
Ketiga, cenderung pekerja keras dan tidak mudah putus asa. Pembiasaan untuk menjadi model yang baik sejak kecil dapat membentuk kepribadian anak menjadi lebih bertanggung jawab dan tidak mudah putus asa untuk meraih mimpinya.
Keempat, cenderung kritis dan analitis. Banyak penelitian yang megungkapkan bahwa skor kecerdasan anak sulung cenderung lebih tinggi daripada saudara-saudaranya (*bagaimana dengan Anda?).
Kelima, cenderung mampu berpikir dewasa. Menjadi yang pertama diharapkan mampu memberi yang lebih baik akan menjadikan anak sulung lebih mampu untuk bersikap dan berpikir dewasa dalam menyelesaikan masalah. Jadi biasanya nyaman untuk dijadikan sebagai tempat curhat :).
Berdasarkan hasil pengamatan saya, hal menonjol yang paling nampak dari anak-anak sulung adalah cerdas, sangat keras kepala, disiplin, serius, ambisius, terlalu pilih-pilih, bertanggung jawab, tidak mudah putus asa, dewasa, suka memerintah, dan susah diatur.
Bagi yang merasa anak sulung, benarkah hal di atas ada dalam diri Anda?
Blog ini merupakan kolaborasi tulisan dua orang dengan latar belakang pendidikan berbeda tapi memiliki cara pandang yang sama tentang hidup :)
Jika tertulis kata "saya" dalam setiap tulisan, silakan tebak sendiri siapa yang menulis.

Benar sekali…
#Ricky
Sekarang tinggal mengoptimalkan potensi positif dan meminimalkan ‘bawaan’ negatif yang ada dalam diri si anak sulung :)
Dari semua temanku yang berpendapat tentang diriku, rata2 mereka bilang kalau aku ini: perfectionist, pekerja keras, bisa memimpin, keras kepala alias ngeyelan, g akan berhenti kerja sejenak utk sekedar makan sebelum kelar, g suka yang tanggung, ambisius, banyak mempertanyakan hal2 di sekitar, pemilih terutama untuk soal cinta, senang menganalisis keadaan, etc. Yah itu efek posisiku sebagai anak pertama. Itulah aku, tapi aku berusaha membuat orang yang berinteraksi denganku merasa nyaman.
#Laila
Siiip dah!!! :D
Hahaha, bener tuh mbak hsl pnelitiannya, aq dijadiin bhn pngamatan jg toh? Nasib qt sama dong sbg anak prtma, analisa yg tepat, kena sasaran. gutgut
#Agy
hehe.. Baru nyadar jadi objek observasi yah :p
sepakat yas, terasa, he2