Ingin yang sederhana sahaja… 18/04/2009
Posted by Yasrid in Inspirasi.Tags: sederhana
trackback
Saya punya mimpi tentang kesederhanaan… entah apakah bisa diwujudkan semuanya atau tidak. Moga dengan menuliskannya di sini bisa menjadi jalan untuk mengikrarkan dan selalu mengingat keinginan itu hingga bisa tercapai.
- Menjadi pendidik
Saya ingin lama tinggal di negara-negara maju (target: Jepang -> Belanda -> Amerika -> Arab). Cukuplah jadi musafir saja, menumpang bekerja sambil menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Setelah itu kembali ke kampung halaman, berdakwah, mengabdikan diri di daerah pedalaman yang kurang terjamah pendidikan berkualitas. - Tanpa gelar
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin banyak juga gelar yang disematkan. Kalau saya kelak jadi guru besar (berkhayal), mungkin orang-orang akan menuliskan nama saya seperti ini:Prof. Ahmad Ridwan Tresna Nugraha, Ph.D, M.Sc, S.Si, bla… bla… bla…
Gawat deh :o Sudah lapur nama saya panjang, eh malah diembel-embeli gelar panjang, repot deh… Saya lebih suka jika dipanggil singkat saja dengan nama kecil saya, “Id”, atau “Cep Ridwan”, “Cep Iid”, dan sejenisnya :D
Saya juga lebih senang jika orang-orang tidak tahu atau tidak mengingat-ingat jika saya, misalnya, sudah lulus apa, punya pencapaian apa, dan semacamnya.
Idealisme tentang gelar ini bisa jadi masalah jika dikaitkan dengan kultur orang-orang Indonesia yang sangat senang untuk menuliskan gelar dalam undangan dan semacamnya. Dengan demikian, saran saya untuk orang-orang yang benci dengan gelar tapi juga butuh gelar itu, sebelum gelar kita semakin panjang, maka sebaiknya menikah secepatnya. Apa hubungannya ya? Hehe… sedang berjuang nih :p - Sepeda kendaraanku
Teringat kisah Oemar Bakrie, sang guru yang selalu dengan sepeda tua ke manapun ia pergi, sederhana tapi berjiwa besar. Mungkin banyak yang akan protes, kalau bisa mengusahakan motor atau mobil kenapa tidak? Jawabnya sederhana, karena saya tidak bisa menyetir mobil dan tidak kuat memarkirkan sepeda motor mengingat posisi penyangga/standar-nya itu yang harus diungkit ke depan sambil menarik motor ke belakang :D - Ingin seperti Abu Dzar Al-Ghifary
Beliau adalah sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang jadi favoritku. Terutama ketika akan meninggalnya, beliau sangat terasing, tapi dengan menjadi orang terasing itulah beliau mendapatkan kebahagiaan hakiki kelak di akhirat.
Blog ini merupakan kolaborasi tulisan dua orang dengan latar belakang pendidikan berbeda tapi memiliki cara pandang yang sama tentang hidup :)
Jika tertulis kata "saya" dalam setiap tulisan, silakan tebak sendiri siapa yang menulis.

ke hutan kalimantan aja tuh. Ntar tetanggaan ama tarzan. xixixi.. :D
iyah, pengen coba ke kalimantan, entah kapan…
aamiin :)
tentang memarkirkan motor, ngga perlu ditarik ke belakang, cukup diangkat ajah, nanti si standarnya, dengan sendirinya, bakalan menarik motor ke belakang, hehe, protes mlulu nih saya :)
Kualitas diri seseorang bisa dilihat dengan indikator seberapa besar dirinya itu berarti bagi orang lain…
bukanny di international cuma yg terakhir yg di tempel, phd doang misal
ini kan ngomongin budaya orang indonesia yang suka nulis gelar panjang-panjang, bahkan sekalipun kita ga punya gelar itu =))
Bagus kook, pake sepeda :) kan minim emisi gas karbon (cuma dari napas yang ngos2an)
Btw, udah lama ga buka2 blog. Gimana kabarnya di sana? :)